25 Nov 2014

Tujuh Keajaiban TIK dalam Ruang Kelas ( Bagian 2 )

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari bagian pertama dari judul tujuh keajaiaban TIK dalam Ruang Kelas.
Rekan-rekan yang belum membaca bagian pertama, bisa dibaca di sini.
Nah, sekarang saya akan menuliskan bagian kedua. Bagian kedua ini sebenarnya masih rangkaian dari tulisan pertama. Atas dasar kenyamanan membaca, maka saya membelah tulisan ini sehingga jadilah pepatah bagaikan pinang terbelah dua :D
4. Collaborate
Konon orang Jepang tak perlu menguasai semua bidang untuk menjadi seorang ahli. Mereka hanya menggeluti satu bidang saja tetapi benar-benar mendalam dan menguasai benar apa yang dipelajari. Saya tidak tahu bagaimana sistem pendidikan di sana karena memang saya belum pernah kesana tetapi kata teman sih jika mereka membutuhkan orang di bidang lain maka tinggal berkolaborasi saja.

Jadi, sepertinya kolaborasi ini menjadi hal yang perlu kita tanamkan kepada murid di kelas. Kolaborasi akan melatih murid menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan kolaborasi ini mereka akan menemukan hal-hal baru diluar lingkungannya. Kolaborasi akan menambah kesadaran bahwa dunia ini luas maka seharusnya kita membuka cakrawala agar menjadi generasi hebat di masa yang akan datang.

Kemampuan berkolaborasi adalah sebuah keajaiban dalam pembelajaran abad ke-21. Mari kita sadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Saya sering mengatakan kepada murid-murid dan bahkan anak saya bahwa kita tidak perlu ahli dalam segala hal, namun tahu segala hal itu perlu, maka berkolaborasilah.

Tools:
TIK sekali lagi menawarkan fasilitas untuk mewujudkan keajaiban tersebut. Internet menjadi salah satu revolusi terbesar abad ini. Internet seakan membuka tabir batas antar negara dan antar waktu. Dengan demikian kenapa tidak kita manfaatkan fasilitas ini?

Apa yang bisa dilakukan dengan internet?
Tentu saja banyak hal. Mulai dari mencari sumber belajar, saling berbagi dokumen, karya, dan project. Seperti salah satu peserta global forum dari Singapura, ia mengajak kolaborasi dengan salah satu sekolah di Semarang. Ya, saat itu saya tercengang dan tak sadar berujar,"I Know this school. I live at the same city".
 Tool yang bisa digunakan oleh murid untuk berkolaborasi diantaranya adalah Onedrive, Email, E-learning.

5. Skill Communication
Manusia hidup tidak sendiri. Ia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Ia akan selalu berinteraksi dengan orang lain dimanapun berada. Jika dulu kita hanya mengenal orang-orang disekitar kita, tetapi seiring dengan perkembangan bangsa dan negara, mau nggak mau kita harus siap menghadapi dan bertemu orang-orang asing diluar negara kita. Sejak tulisan ini dibuat, saya telah mendengar ada istilah MEA dimana akan ada banyak guru yang berada di kaasan ASEAN bisa mengajar dimana saja pada negara Asia Tenggara. Jika saja hal ini terjadi berarti menyiapkan ketrampilan berkomunikasi mutlak kita berikan kepada murid sejak sekarang.

TIK lagi-lagi dapat memberikan efek ajaib supaya ketrampilan berkomunikasi ini dapat menjadi sebuah kecakapan utama untuk berinteraksi. Kita dapat menggunakan TIK untuk mengajak murid-murid melakukan pembiasaan berkomunikasi dengan orang diluar lingkungan mereka, orang-orang yang memiliki bahasa yang berbeda. Untungnya saat ini bahasa Inggris masih menjadi sebuah kesepakatan global sebagai bahasa persatuan penduduk di bumi. Jadi apa yang bisa kita lakukan?

Tools:
Skype. Adalah program komunikasi secara online melalui video call. Ya, kita bisa langsung melihat wajah lawan bicara melalui video call Skype. 

6. Knowledge Buliding
Menteri Pendidikan Anies Baswedan mengatakan bahwa metode mengajar guru perlu diubah. Pak Menteri, untuk hal yang satu ini saya setuju banget. Metode yang dilakukan oleh guru paling tidak dapat mengarahkan murid untuk memiliki ketrampilan membangun pengetahuan. Membangun pengetahuan ini seperti ketrampilan menganalisis, mentafsirkan sebuah pemahamn atau konsep sehingga menghasilka ide atau pemahaman menurut apa yang mereka ketahui. Sekali lagi, TIK hadir di ranah ini untuk mengoptimalkan ketrampilan knowledge building ini.

Tools:
Tool yang tepat untuk hal ini kalau boleh saya rekomendasikan yakni BLOG. Blog dapat digunakan oleh murid sebagai sarana menuangkan gagasan, pemahaman mereka terhadap sebuah konsep. Guru saya berkata bahwa orang yang terbiasa menulis tentu telah memiliki kemampuan berpikir secara runut. Ya, saya juga memiliki keyakinan jika murid kita memiliki kebiasaan menulis, ini akan mempertajam otak mereka untuk membangun pengetahuan. Maka kinilah saatnya berpikir BLOG GO TO SCHOOL. TIK Sungguh ajaib bukan? :D

7. ICT Use

Sudah jelas bukan, jika kehadiran TIK ini akan menjadi kebiasaan murid menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Mereka tidak lagi GAPTEK bahkan bisa jadi akan banyak inovasi yang dihasilkan dari kegiatan menggunakan TIK ini. Inovasi yang dihasilkan oleh murid diharapkan akan menjadi produk-produk yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah yang ada pada masyarakat.

Tools
Untuk bagian yang satu ini, ada banyak tool yang bisa digunakan oleh murid agar menghasilkan produk inovasi dengan menggunakan TIK. Silakan dipilih di swalayan dunia TIK.
Itulah tujuh keajaiban TIK dalam ruang kelas. Sejalan dengan pikiran Pak Menteri Pendidikan kita yang baru kunci keajaiban-keajaiban yang tercipta di ruang kelas adalah kita, Guru. Guru saat ini harus segera membuka pikiran dan wawasan terhadap perkembangan metode belajar. Untuk hal itu saya menyarankan kepada bapak dan ibu guru untuk mulai menjalin hubungan dan membangun pertemanan dengan guru-guru sedunia. Ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk menjalin pertemanan tersebut. Facebook, Twitter dll. Oh iya, ada satu tempat yang sekiranya dapat menjadi rujukan bapak dan ibu guru untuk menjalin koneksi dengan para pendidik di seluruh dunia. silakan bisa bergabung dalam komunitasnya di sini.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf atas kekurangannya.
Tetap Semangat dan Terus Berkarya


Tujuh Kebiasaan Guru Era Baru

Sobat Guru Blogger, hari ini adalah hari guru nasional. Mari kita jadikan hari guru ini menjadi bagian dari refleksi untuk perbaikan diri kita secara personal maupun profesional. Pada kesempatan ini saya tuliskan artikel sebagai refleksi kita bersama. Guru Indonesia, tahukah Anda bahwa ada kebiasaan-kebiasaan yang jika dilakukan oleh guru akan menjadikan ia sebagai guru era baru? Inilah tujuh kebiasaan guru era baru versi Estu Pitarto:

1. Selalu Meningkatkan Ketaqwaan
Setujukah Sobat jika saya katakan bahwa tugas guru seperti tugasnya para wali atau para nabi? Apa yang disampaikan seorang guru kepada muridnya tentu tidak lepas dari nilai-nilai ketuhanan bukan? Oleh karena itu semestinya posisi guru adalah sangat dekat dengan nilai -nilai ketuhanan. Apapun yang dsampaikan guru adalah sabda pandita yang patut digugu dan ditiru. Guru sebagai agen of change, orang yang berada di garis depan pada pembentukan generasi bangsa ini patut memperhatikan nilai-nilai ketuhanan.

Oleh karena itu salah satu kebiasaan yang hatrus dilakukan guru adalah sennatiasa meningkatkan derajat ketaqwaannya kepada Tuhan YME. Dengan demikian, apapun yang ia sampaikan akan menjadi bermakna karena hal tersebut adalah bagian dari risalah.

2. Membaca
Membaca menjadi pintu gerbang ilmu pengetahuan. Membaca merupakan perintah pertama Allah kepada Nabi Muhammad sehingga dari hal inilah sebuah peradaban terwujud. Guru era baru adalah guru yang mau membaca.

Kegiatan membaca ini bukan menunggu waktu yang tersedia tetapi benar-benar menyediakan waktu untuk membaca. Membaca buku akan menjadikan diri lebih berdaya, tentu saja dengan bahan bacaan yang memberdayakan bukan.

3. Menulis
Menulis merupakan satu dari tiga bagian utama ciri seorang intelektual. Menulis menjadi sebuah keharusan atau menjadi bagian untuk mengisi kekosongan waktu? Sobat semua, menulis adalah proses kita menyampaikan sesuatu. Sesuatu yang ada dalam isi otak kita tentang perasaan, kejadian bahkan ide serta gagasan. Apa yang tertulis menggambarkan siapa diri kita. Masyarakat saat ini masih memiliki pandangan bahwa guru adalah orang yang dekat dengan sumber ilmu. Dengan menulis guru dapat memberikan sesuatu yang berharga kepada pembacanya.Ada yang berpendapat menulis dapat memberikan kita kenaikan pangkat dan ada pula dapat memberikan kita pendapatan. Jauh daripada itu, menulis menjadi sebuah prasasti eksistensi kita di dunia.

Menulis apa saja? Apa saja bisa kita tulis mulai dari hal yang paling dekat dengan dunia guru yakni pendidikan hingga hal lain yang menjadi passion guru secara personal. Guru bisa melakukannya dengan menulis di media massa, jurnal atau bahkan juga bisa dilakukan di sebuah blog.

4. Berdiskusi
Diskusi menjadi satu kegiatan untuk menyampaikan argumentasi atau pendapat kita terhadap sesuatu. Melalui diskusi ini kita dapat pelajaran berharga dari apa yang disampaikan oleh teman sejawat. Diskusi dalam hal ini dapat dipilah-pilah. Kita bisa membedakan antara diskusi dengan membicarakan kejelekan atau kekurangan atasan atau teman sejawat lainnya. Jika memang alasan yang digunakan untuk perbaikan, maka setidaknya bisa dilakukan dihadapan yang bersangkutan sebagai sarana untuk saling menasihati.

Diskusi dapat dilakukan di ruang kantor, warung kopi, atau bahkan juga bisa dilakukan di dunia maya melalui situs jejaring sosial.

5. Ikut Pelatihan, Seminar, Kursus
Jika kita masih mau mengajar berarti juga harus mau belajar. Kemampuan yang dimiliki guru era baru harus senantiasa di upgrade untuk mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman.Pola-pola yang kita terapkan pada anak didik 10 tahun yang lalu, belum tentu bisa diterapkan untuk saat ini. Oleh karena itu paradigma kita harus senantiasa ditelaah agar apa yang kita sampaikan sesuai dengan kekinian.

Untuk memenuhi hal tersebut, kita bisa mengikuti pelatihan, seminar atau bahkan kursus. Yakinlah bahwa ilmu yang Anda pelajari tersebut bukan sesuatu yang sia-sia. Salah satu ciri seseorang yang cerdasa ialah ia mampu mengambil sisi positif dari apa yang ia dapatkan. Mungkin saja seminar atau bahkan kursus yang diikuti pernah didapatkan pada seminar sebelumnya, namun dengan membuka pikiran untuk mengambil sesuatu yang positif dari hal tersebut akan menjadikan kita memiliki peningkatan kemampuan intelektual.

6. Ikut kompetisi
Cobalah sesekali mengikuti kompetisi atau lomba. Ada banyak kompetisi atau lomba yang diselenggarakan di Indonesia untuk guru-guru. Runtuhkan tembok bahwa diri ini sudah tua, tidak mampu sehingga tidak perlu ikut sebuah kompetisi. Menang dan kalah dalamsebuah kompetisi menjadi hal yang wajar. Maka dari itu mari kita jadikan kompetisi sebagai ajang untuk menguji kemampuan dan kompetensi kita.

7. Aktif berorganisasi
Manusia adalah makhluk sosial. Mereka pasti akan membutuhkan bantuan  orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu berserikat dan berkumpul menjadi satu jalan untuk itu. Di Indonesia ada banyak organisasi guru yang bisa diikuti. Organisasi-organisasi tersebut memiliki visi dan misi masing-masing. Satu hal yang pasti, organisasi tersebut berdiri untuk menjadi wadah bagi guru-guru menyalurkan aspirasi, meningkatkan kompetensi, bakat dan minat guru.

Organisasi yang saya ketahui diantaranya adalah :
  • PGRI ( Persatuan Guru Republik Indonesia ), Organisasi paling tua saat ini di Indonesia.
  • IGI ( Ikatan Guru Indonesia ), Organisasi guru yang berkomitmen dalam peningkatan kompetensi guru.
  • KSGN ( Komunitas Sejuta Guru Ngeblog ) Komunitas guru yang suka dengan dunia blog
  • IGTKI ( Ikatan Guru TK Indonesia )
  • FSGI ( Federasi Serikat Guru Indonesia )
  • Dan masih banyak organisasi guru yang bisa Anda cari.

Itulah tujuh kebiasaan guru era baru. Semoga kita sebagai guru dapat terus memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari hingga pada suatu saat nanti kita dipanggil oleh Tuhan dalam keadaan Khusnul Khotimah dan meninggalkan kebaikan-kebaikan yang akan menjadi amal jariyah yang tida putus pahalanya. Amiin

Selamat Hari Guru,
TETAP SEMANGAT DAN TERUS BERKARYA

19 Nov 2014

Cara Mengetahui RSS Feed Blog

Selamat Pagi Guru Blogger! Dini hari ini saya tidak bisa tidur, mungkin saja karena ada satu hutang yang belum saya bayar yakni menulis. Lalu apa yang ingin saya tulis dalam blog ini? Sobat blogger, ketika saya mencari-cari cara agar tulisan yang ada pada blog ini bisa diterbitkan otomatis ke facebook, saya menemukan sebuah aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut menginginkan agar kita memasukkan alamat URL RSS Feed blog. Jujur saja saya tidak tahu betul apa yang dimaksud dengan RSS. Nah, jika sobat ingin tahu lebih jelas arti dan maksud dari RSS Feed, biarlah Om Wiki yang akan menjelaskannya:

RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (di antaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. RSS digunakan secara luas oleh komunitas weblog untuk menyebar ringkasan tulisan terbaru di jurnal, kadang-kadang juga menyertakan artikel lengkap dan bahkan gambar dan suara. Jadi intinya, RSS Feed itu digunakan untuk menyebarkan ringkasan tulisan terbaru.

Lalu bagaimana cara mengetahui URL Rss Feed blog kita? Jujur saja saya menemukan cara ini dengan searching di mbah Google dari beberapa artikel. Beberapa tulisan tersebut kemudian saya sampaikan dengan bahasa saya. Begini ceritanya : Pada saat tulisan ini dibuat saya menggunakan browser Mozilla firefox. Jadi apa yang saya tulis ini mengacu pada browser tersebut.

Cara Mengetahui RSS Feed Blog :
  • Buka blog Anda
  • Klik kanan lalu klik View Page Info
  • Akan muncul sebuah jendela seperti gambar di bawah ini

  • Tekan pada tab Feed, akan muncul jendela seperti ganbar di bawah ini

  • Klik salah satu URL, maka akan tampil web url feed Anda

  • Copy alamat URL nya lalu tenpelkan pada kolom formulir yang menghendaki alamat URL RSS Feed Blog kita.
Semoga Bermanfaat

14 Nov 2014

Tujuh Keajaiban TIK dalam Ruang Kelas ( Bagian 1 )

Sumber Gambar : blogs.msdn.com
Teknologi merupakan hasil karya manusia untuk memudahkan manusia memenuhi kebutuhan kehidupannya. Ada banyak macam teknologi yang berkembang sejak zaman purba, teknologi informasi dan komunikasi adalah satu dari teknologi saat ini yang terus dikembangkan di berbagai bidang. Teknologi selalu memunculkan kemudahan yang menolong manusia dengan berbagai macam bentuk dan cara. Kemudahan berupa penemuan-penemuan baru inilah yang dinamakan inovasi. Sebuah inovasi pasti akan menawarkan keajaiban-keajaiban dari hasil yang diperoleh dari penggunaan teknologi tersebut. Demikian pula dalam bidang pendidikan, teknologi dapat memunculkan keajaiban-keajaiban termasuk di dalam ruang kelas. Selama saya menggunakan, mengamati penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam ruang kelas, saya mencatat setidaknya ada tujuh keajaiban teknologi yang terjadi di ruang kelas.

Inilah tujuh keajaiban TIK dalam ruang kelas versi Estu Pitarto :)

1. Everything is Possible
Jika Anda saat ini menjadi guru pada abad sebelum masehi lalu murid Anda bertanya bagaimana proses peristiwa gerhana, apa yang akan Anda sampaikan kepada murid? Bisa saja Anda menyampaikan dengan cara memberikan gambar di tanah seperti yang kita lihat pada film di televisi, namun ketika saat ini sudah tersedia teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menerangkan tentang peristia gerhana, mengapa tidak kita pakai?
Ya, dengan menggunakan teknologi segalanya bisa terjadi. Kita tidak mungkin membawa murid studytour ke bulan untuk menyaksikan gerhana bulan ( paling tidak untuk saat ini, entah masa yang akan datang hehe.. ) atau mengambil bulan dengan sinar pengecil lalu meletakkannya di ruang kelas seperti dalam film Despicable Me. Anda dapat membawa ruang angkasa yang begitu besar ini ke dalam kelas dengan teknologi.

Tools:
Anda dapat membawa sesuatu yang besar ke dalam ruang kelas, sesuatu yang tidak mungkin dilihat, dikunjungi yaitu dengan bantuan alat teknologi informasi dan komunikasi. Saya memiliki referensi alat yang bisa Anda gunakan untuk hal itu:

A. Media Interaktif
Anda bisa membuat simulasi dari program powerpoint, flash atau perangkat lunak lainnya secara interaktif sehingga murid mendapatkan pemahaman dari analisi yang mereka dapatkan melalui simulasi media interaktif Anda.

B. World Wide Telescop
Program ini dikeluarkan oleh microsoft secara gratis untuk para pendidik. Anda bersama dengan murid bisa menjelajahi luar angkasa secara detil baik di waktu malam atau siang. Program ini bisa di dapatkan di sini

2. Problem Solving and Innovation
Keajaiban kedua bernama problem solving and innovation, kemampuan memecahkan masalah dan berinovasi. Kemampuan memecahkan masalah dengan inovasi ini adalah salah satu kecakapan yang dibutuhkan murid di abad ke-21 ini. Teknologi dapat membantu murid-murid memiliki kemampuan memecahkan masalah dan berinovasi selama guru dapat mengarahkan teknologi tersebut kesana.

Tools:
Anda dapat mengarahkan murid-murid membuat inovasi dengan teknologi untuk memecahkan masalah yang ada pada masyarakat. Alat yang bisa digunakan untuk itu misalnya:

Movie Maker
Ada banyak teknologi pengolahan dan pembuatan video, sebut saja salah satunya adalah Windows Movie Maker. Ajak murid Anda untuk membuat sebuah produk digital berupa film untuk mengajak masyarakat berbondong-bondong mengunjungi museum misalnya.

3. Global Awareness
Ada tiga hal yang menjadi kesepakatan kami para guru inovatif di kawasan Asia Pasifik saat kami bertemu dalam Forum Guru Inovatif Asia Pasific yang diselenggarakan microsoft Partners in Learning. Tiga kesepakatan tersebut yakni ada isu yang harus digarap oleh guru-guru di dunia saat ini. Isu-isu tersebut dibicarakan lalu ditindaklanjuti dengan sebuah aksi untuk mengatasi masalah isu tersebut. Ketiga isu itu adalah; Ekologi, Empati dan Budaya.

Ketiga isu ini dilontarkan sebab saat ini ketiga hal tersebutlah yang dirasakan oleh banyak negara terjadi sebuah kemerosotan nilai. Ekologi di bumi kini makin hari makin memprihatinkan dengan banyaknya kepunahan dan pencemaran, Individualisme menjadi pemicu runtuhnya nilai-nilai empati dan perkembangan globalisasi banyak mempengaruhi budaya lokal masing-masing negara.

Oleh karena itu pendidikan dapat menjadi peran sentral untuk mengatasi kemerosotan nilai ketiga hal tersebut. Berawal dari ruang kelas lalu akan meluas kepada masyarakat pada umumnya. Di sinilah keajaiban teknologi informasi dan komunikasi muncul untuk mendukung agar kepedulian terhadap ekologi, empati dan budaya dapat meluas secara global.

Tools:
Guna mendukung kepedulian global TIK memiliki banyak alat yang bisa digunakan sebagai perangkat untuk mengajak masyarakat bersama-sama untuk peduli terhadap lingkungannya, sesama manusia dan warisan budayanya. Jaringan internet menjadi alat utama dalam penyebaran virus untuk beraksi mewujudkan kepedulian sosial tersebut.

Berbicara mengenai jaringan maka Social Media menjadi referensi wajib penggunanya, sebut saja Facebook. Saya akan mencontohkan penggunaan facebook ini untuk murid-murid dalam mengembangkan karakter global awareness nya. Ialah teman guru dari Filipina, beliau bercerita bahwa pantai di tempat tinggal mereka mengalami abrasi. Belum ada sedikitpun perhatian dari warga sekitar dan juga pemerintah setempat. Muncullah sebuah ide dan gagasan beliau mengajak kepada murid-muridnyan yang memiliki facebook untuk menjadikan tentang abrasi ini sebagai topik pembicaraan setiap mereka beraktifitas di facebook. Topik tentang abrasi ini ramai dibicarakan melalui sosial media. Suara kritis yang muncul dari komentar-komentar dan diskusi rupa-rupanya mempengaruhi pemerintah setempat. Akhirnya pemerintah setempat, masyarakat sekitar dan para remaja yang aktif dalam facebook tersebut, diajak bersama-sama menanam pohon mangrove.

Bagaimana? Ajaib bukan? ternyata dengan TIK mereka mampu menggerakkan orang untuk bertindak. Mau mencoba? :)

11 Nov 2014

Inilah Peran TIK dalam Pembelajaran Abad XXI

Saya mendapatkan pelajaran berharga ketika menghadiri forum guru inovatif se-dunia di Republik Ceko yang diselenggarakan oleh Microsoft pada tahun 2013 silam. Sebuah pembelajaran yang membukakan mindset saya tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di kelas. Jika sahabat berkenan meluangkan waktu sejenak untuk membaca artikel ini, ijinkan saya menceritakan oleh-oleh yang saya dapatkan di dalam forum tersebut.

Pendidik seperti saya atau bahkan Anda saat ini hidup di abad ke-21, pun dengan muridnya. Oleh karena itu pembelajaran yang disampaikan di kelas setidaknya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di abad ke-21 ini. Kebutuhan hidup tersebut dapat dipenuhi jika manusia yang hidup di dalamnya memiliki ketrampilan yang dibutuhkan di abad ke-21. Salah satu ketrampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 ini adalah penggunaan teknologi dalam kehidupan ( ICT use ).