9 Des 2018

Separuh Jiwa Fatamorgana

Separuh jiwa t'lah kau bawa
Separuhnya lagi merupa fatamorgana
Rumah ini pun tampak kosong
Terendus segala peluh dan keluh
Mencoba merenjana jiwa kelana
Merajut kembali ruh yang terurai
Menyatu dalam tubuh nan lusuh
Membangkitkan kesadaran diri sejati
Kecebong-kecebong itu pun beranjak
Sekumpulan kampret pun enyah
Tak kuasa menahan fitrah alam
Tak terelakkan dari hukum semesta raya
Saat jiwa kembali utuh
Kembali dari perantauan entah
Rumah kita pun mulai riuh
Terisi oleh gelak tawa bahagia

6 Des 2018

Aku Bukan Cahaya

Kata orang, cahaya memberimu terang
Menampakkan sisi gelap menjadi benderang
Tapi tetaplah tampak bayangan
Kata orang, lilin memberimu terang
Kala api terpantik di ujung sumbunya
Tapi aku bukan lah lilin
Dan aku takkan memilih lilin
Karena pada akhirnya binasa oleh cahayanya sesaat
Kata orang, korek api memberimu cahaya
Kala gesekan terasa diantaranya
Tapi aku bukanlah korek itu
Karena kutahu pasti ada yang terluka karenanya
Kata orang, obor memecah kegelapan
Kala sumbu basah oleh metana
Tapi aku bukanlah obor
Karena pamrih isi dalam tabungnya
Kata orang, matahari sumber cahaya
Kala fajar hingga senja tiba
Tapi jangan kau sangka aku memilihnya
Karena kutahu fitrahnya berbeda.
Aku bukanlah cahaya
Akulah segumpal tanah menjelma dalam raga
Yang akan membakar tungku api neraka
Karena dosa-dosa yang telah larut dalam jiwa

3 Des 2018

Jejak Menghitam

Menemu kata yang terurai
Meramu dari yang terserak
Merangkai satu jadi padu
Kala lidah akhirnya kelu
Lelah ini terasa jemu
Bercampur peluh luruhkan kalbu
Senandung senja hilang dalam temaram
Meninabobokkan asa tak terbilang
Duhai jiwa yang tenang
Kemana raga ini terkenang
Pada diri orang tersayang
Pada ingatan selalu terbayang
Lelah api membakar abu
Sirna sekejap mana kau tahu
Hanya sedikit tanah menghitam
Jejak kobaran yang menghujam